Trading Guides

Analisa Teknikal

Analisa Teknikal berpusat kepada fakta sederhana bahwa sejarah berulang dengan sendirinya seperti yang ditunjukkan oleh pergerakan grafik harga . Jenis analisis ini ideal untuk jangka panjang hingga strategi jangka pendek, tergantung pada time frame yang digunakan selama proses analisis. Analisa teknikal adalah analisa pergerakan harga di masa lalu untuk meramalkan arah harga di masa depan. Hal ini kadang-kadang disebut sebagai analisa chartist karena analisa ini secara keseluruhan menggunakan grafik untuk proses analisanya. Analisa teknikal ini berlaku untuk perdagangan mata uang asing, saham, indeks, komoditas, futures atau berbagai instrumen dimana harga dipengaruhi oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Harga mengacu pada kombinasi harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah atau harga penutupan pada komoditas tertentu / sekuritas tertentu selama jangka waktu tertentu. Time frame dapat didasarkan pada intraday (setiap detik, 5-menit, 15-menit atau per jam), harian, mingguan, data harga bulanan atau bahkan beberapa tahun. Sebagai tambahan, beberapa analis teknikal memasukkan unsur volume dan / atau nilai open interest yang digabungkan dengan penelitian mereka mengenai pergerakan harga.

Trend

“Pada saat Market dalam keadaan Trend – biarkan trend menjadi teman Anda”“Teori awal Trend menyatakan bahwa kondisi uptrend tidah berubah selama peralihan urutan harga lebih tinggi dari titik sebelumnya. Sebaliknya, downtrend berlaku ketika setiap penurunan harga membawa harga jatuh lebih rendah dari rally sebelumnya. Bila Anda telah mendefinisikan arah pasar melalui analisa teknikal, maka ikutilah arahnya! Grafik mingguan dan bulanan berguna untuk memberikan gambaran bagaimana pasar telah berperilaku dan bagaimana pasar cenderung berperilaku di masa depan. Setelah Anda memilih trend yang ingin Anda ikuti, maka Anda dapat mengidentifikasi secara penuh ruang lingkup strategi trading Anda tergantung pada Time frame yang Anda rasa nyaman untuk digunakan. Dalam pasar uptrend, cobalah untuk membeli di harga rendah untuk memaksimalkan keuntungan. Dalam pasar downtrend,cobalah untuk melakukan posisi jual ketika market sedang kencang penurunannya.

Support & Resistance

Level Support dan resistance tidak diragukan lagi adalah yang paling penting dari semua pertimbangan teknikal. Level Support dan resistance adalah area dimana harga diperkirakan akan menghadapi kesulitan bergerak melampaui areanya. Karenanya, level support dan resistance adalah area yang pantas mendapat pertimbangan di dalam mengambil keputusan membeli dan menjual.

Level Support dan resistance pada grafik dapat dibagi menjadi tiga kategori dasar:

  1. Area sideways.
  2. Area di mana kenaikan harga sebelumnya dan penurunan harga sebelumnya akan berbalik arah.
  3. Berubahnya level support dan resistance berikut yang diikuti oleh penembusan level support / resistance (biasanya 30 pips) – misalnya sekali tertembus, maka level resistance sebelumnya yang berubah menjadi level support.

Ide dasar dibalik teori resistance dan support adalah bahwa tingkat harga yang signifikan di masa lalu akan memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan harga di masa depan dan karena itu harus dipertimbangkan ketika membangun sebuah trading plan Major Support (troughs) Tingkat harga atau area pada grafik di mana minat pembeli yang ada cukup kuat untuk mengatasi atau menyerap besarnya tekanan jual dan ketika area tersebut tersentuh maka harga berbalik lagi ke atas.

Major Resistance (peak)

Tingkat harga atau area diatas harga pasar di mana tekanan jual mengalahkan atau mengurai tekanan beli dan harga berbalik turun.

  1. Semakin lama garis trendline bertahan, maka semakin signifikanlah trendline tersebut.
  2. Semakin sering garis trendline bertahan dan tidak mengalami penembusan , maka semakin kuat trendline tersebut.

Keabsahan Penembusan Trendline

  1. Batasan area harga yang digunakan adalah kriteria penembusan 1% atau 3% untuk menghilangkan sinyal palsu. Penembusan harga penutupan melampaui garis trendline adalah lebih bisa kita percayai daripada sekedar penembusan sesaat secara intra-day.
  2. Minimal batasan area waktu yang disyaratkan adalah harga penutupan berada di luar garis trendline selama 2 hari berturut-turut.

Grafik dalam Pro-I Trading juga dilengkapi dengan indikator analisis teknis utama seperti Moving Averages, Bollinger Bands dan Volume.

Analisa Fundamental

Analisa Fundamental berfokus terutama kepada kekuatan ekonomi, sosial dan politik yang mendorong pasokan dan permintaan, yang menyebabkan terbentuknya harga pasar. Analisis ini berkonsentrasi pada indikator ekonomi makro seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, suku bunga, kebijakan moneter, inflasi dan pengangguran. Kunci dari analisis fundamental adalah untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan informasi yang ada dan bertindak sebelum informasi tersebut dimasukkan ke dalam harga pasar. Selisih waktu antara kejadian dan respon pasar yang dihasilkan akan memunculkan peluang trading untuk penganut analisa fundamental Contoh Menggunakan pasar mata uang sebagai contoh, ada kalanya pemerintah melalui Bank Sentral menghalangi kekuatan pasar yang mempengaruhi mata uang mereka. Oleh karena itu, mereka melakukan intervensi untuk menjaga mata uang dari nilai penyimpangan di tingkat yang tidak diinginkan. Intervensi mata uang memiliki dampak penting dan seringkali sementara di pasar FX. Sebuah bank sentral bisa melakukan pembelian secara sepihak / penjualan mata uangnya terhadap mata uang lain, atau terlibat dalam intervensi terpadu di mana ia bekerja sama dengan bank sentral lainnya untuk efek yang jauh lebih jelas. Atau, beberapa negara mengelola untuk memindahkan mata uang mereka, hanya dengan mengisyaratkan, atau mengancam untuk campur tangan.

Faktor yang mempengaruhi harga pasar

Berikut adalah beberapa faktor fundamental utama yang dapat mempengaruhi harga pasar:

  • Keputusan mengenai suku bunga yang dibuat oleh bank sentral seperti Federal Reserve atau Bank Sentral Eropa (ECB) bulanan.
  • Angka PDB Triwulanan . Hanya premilinary national GDP yang biasanya memiliki efek untuk mengubah sentimen pasar.
  • Market data sentiment. Ekspektasi pasar terbentuk dari satu minggu sampai dua hari sebelum events. Jika angka-angka ini tidak mengejutkan bagi peserta maka penempatan order transaksi didasarkan pada ekspektasi, hasilnya biasanya adalah teraihnya keuntungan.
  • Kegiatan Politik. Pemilihan umum nasional, serangan teroris dan konflik merupakan peristiwa yang telah mempengaruhi pasar.
  • Indeks ekonomi utama. Indeks inflasi, Institut Supply Management (ISM) di AS dan Purchasing Management Index (PMI) di Eropa juga secara hati hati dicermati oleh para trader.
  • Angka produksi industry nasional. US non-farm payrolls (menunjukkan pekerjaan baru yang diciptakan), Michigan sentiment figures in the US, the German business climate atau biasa disingkat IFO index, dan Tankan survey setiap kuartal di Jepang.

Analisa teknikal dan fundamental keduanya terkait erat tetapi mereka adalah independen dan saling melengkapi. Fundamental menilai tren pasar umum sedangkan analisa teknikal menyaring lebih dalam lagi, memberikan entri tertentu dan exit point untuk melakukan trading. Dianjurkan untuk menggunakan kombinasi keduanya ketika mendefinisikan rencana trading Anda. Setiap strategi perdagangan dalam valuta asing didasarkan pada asumsi sebagai berikut:

Keadaan pasar Pertama-tama Anda temukan pandangan secara umum ke mana pasar akan bergerak.
Jangka waktu untuk trading Menentukan apakah posisi yang Anda ingin ambil adalah jangka panjang atau pendek.
Masuk pasar di saat yang tepat Jangan langsung masuk market pada harga pertama yang tersedia, tunggu sampai harga ANDA tersedia.
Mengukur sentimen Review konsensus yang dibuat oleh para analis teknikal dan bagaimana kondisi politik yang ada saat ini.

 

Membuat rencana trading

Jika Anda bertransaksi forex, atau Contract for difference ,maka Anda perlu memahami komponen inti dari perdagangan online yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental – yang berguna untuk melakukan trading secara efektif dan untuk dapat membuat keputusan trading yang cepat dan akurat.

  1. Analisa tren pasar secara keseluruhan.
  2. Perhatikan indikator-indikator makro ekonomi terkait dengan analisis fundamental.
  3. Gunakan analisa teknikal (trend, tools, level support / resistance ) untuk mendefinisikan dengan tepat masuk dan exit point (limit order dan stop loss menggunakan fitur OCO (one cancel others).

Transaksikan Rencana Anda

  1. Ketika harga tersedia, atau cukup dekat ke titik entri Anda, kemudian masuklah ke market! Kesempatan lain mungkin tidak tersedia di kemudian hari. Ketika entry point sudah ada di depan mata Anda, maka segera masuk ke market. Jangan menunggu terlalu lama karena kemungkinan Anda akan melewatkan moment yang sudah tersedia di depan Anda.
  2. Set up OCO (limit order dan stop loss untuk perdagangan Anda). Dengan demikian Anda sudah melindungi posisi Anda terhadap apapun yang akan terjadi di pasar dan meniadakan kekuatiran yang selalu ada pada perdagangan dimana hanya ada dua pilihan yang tersedia,yaitu: menutup posisi keuntungan Anda atau menutup kondisi kerugian yang telah ditetapkan dari awal.